Skip to main content

Posts

Kopi

Saat ini gue lagi duduk sambil menikmati secangkir kopi panas, tanpa biskuit ataupun roti. Ngomongin soal kopi, gue itu tipe orang yang gak bisa pelan – pelan kalau minum kopi, penginnya langsung teguk sampai habis. Padahal kata mereka minum kopi itu ada seninya, biar lebih nikmat katanya. Buat memunculkan jiwa seni itu, gue mulai mencicipi kopi ini dengan sebuah tiupan, kemudian gue seruput satu kali. Gue alihkan perhatian gue ke monitor lagi, menulis sesuatu yang belum pasti, sembari membayangkan aroma kopi yang melekat dimulut gue.


Gue gak suka kopi yang terlalu manis, karena menurut gue kopi itu enak kalau pahitnya masih menyengat, kalau manisnya lebih kuat, rasa kopinya jadi hilang. Tapi selera tetap selera, selera orang beda – beda, dan selera yang bikin dunia jadi kaya akan rasa, gak ada yang salah, minum kopi tetap minum kopi, mau pakai gula ataupun enggak.
Tegukan yang kedua, masih agak panas kayak yang pertama. Entah berapa lama lagi gue tergoda buat segera menghabisi kopi ini…
Recent posts

Cewek Selalu Benar

Cewek selalu benar.
Cewek gak pernah salah.
Kalaupun cewek salah, cowok pasti lebih salah.
Yap, begitu. Cewek adalah makhluk paling sensitif dimuka bumi. Cewek sering merasa dirinya benar, atau bahkan selalu benar. Kenapa begitu? Entah siapa yang menciptakan teori ini pertama kali, tapi gue punya opini sendiri kenapa sampe bisa muncul Kalimat Agung ini.


Cewek marah pasti ada sebabnya
Mungkin gak sih ada asap kalau gak ada apinya? Ya begitulah kira - kira, gak mungkin ada akibat kalau gak ada sebab. Bahkan waktu cewek lagi ada di masa - masa berat (baca: pms), mereka gak akan marah gitu aja, cuman bedanya, marahnya jadi dobel, lebih mendramatisir gitulah, mengikuti arus moodnya. Cewek bakal marah karena dia ngerasa ada sesuatu yang salah. Siapa yang salah? Iyap betul, cowok.

Cewek akan merasa dirinya penting dan ada artinya ketika seorang cowok mau terlihat kalah untuknya
Percaya deh, cewek marah gak akan lama - lama, dikasih sebongkah berlian juga udah senyum lagi. Iya, kalah gak apa - …

Seimbang

Just a random notes, selamat membaca :)
Apa jadinya kalau semisal gue gak pernah ada. Gue gak pernah terlahir sebagai gue yang sekarang. Kenapa gue gak tercipta sebagai pasir dipesisir pantai aja..


atau jadi rumput yang melambai lambai didasar laut..


Kalau gue gak ada, emang gak ada pengaruh apa apasih buat dunia, karena mungkin gue gak punya kontribusi apa-apa buat negara apalagi dunia haha. Tapi selama gue masih ada diperedaran, gue bakal terus mempertanyakan.
Hidup – mati. Yap, simple as that.

Hidup akan selalu seperti dua sisi mata koin, kalau dilempar keatas pilihannya cuman dua, jatuh dengan sisi mata uang diatas atau sebaliknya. Kita harus berani ambil resiko dan siap menerima apa yang bakal terjadi dihidup kita.

Kalau ditanya "pernah gak sih nyesel lahir ke dunia?" Gue bakal jawab, "tergantung situasi". Karena sebelum gue lahir kedunia, gak ada pertanyaan kayak gini, "apa lo mau menjalani kehidupan didunia fana ini?", dan kalau pun ada, gue gak pe…

Sebuah Resiko

Kamu. Awal dari semua rasa sakitku. Permulaan yang berlangsung begitu indah. Berjalan mengesankan. Sampai - sampai aku lupa siapa aku dan siapa kamu.

Makin kesini, kamu menganggapnya sebagai hal yang biasa. Tapi aku, selalu menjadikan kebersamaan kita sebagai hal yang istimewa. Hal yang ku haruskan indah pada akhirnya, tapi berubah menyedihkan setelah kamu bawa 'dia'.

Diam - diam, aku menempatkan rasa sukaku pada orang yang salah, kamu. Orang yang kufikir konsisten dengan perasaannya. Orang yang selalu ku perlakukan dengan hati - hati, tapi justru menghempaskan perandaianku dengan sengaja.

Dipertemuan bodoh kita, kamu adalah manusia yang ku anggap beda dengan segala kegilaanmu. Kebodohan yang terasa begitu nikmat saat dan setelah hal itu berlalu, kemudian menempel keras dalam otakku.

Tapi.

Kamu kembali asing dalam penglihatanku, sekarang. Tidak pernah mau tau apa yang aku rasakan. Muncul dan hilang sesuka yang kamu mau. Lalu kembali saat kamu butuh bantuan dan kamu perlu orang…

It always coomes late -sleepy-

Pfftt. Mau ngilangin kebiasaan buruk. Tapi ko susah ya? -_-" hampir tiap hari gue diomelin cuma gara-gara ini. Gue pengen bisa tidur tepat waktu #konyol. Ah, sepele banget kan? Tapi gara-gara ini gue jadi hobi tidur di waktu yang ga tepat pfftt.  Bangun kebablasan, abis bangun suka pengen tidur lagi xD  kalo gue bisa nuker malem ke siang, atau paling enggak siang ke malem >> sama aja, mungkin keren kali ya. Atau gue bisa masak makanan lain selain indomie pas gue lagi kelaperan tengah malem, mungkin keren juga. Sayangnya engga :lll Andai gue bukan manusia yang masuk ke golongan orang males. Mungkin semua kerjaan rumah bakal gue lakuin pas malem, pas gue ga bisa tidur. Dan pas orang rumah bangun, tadaaa! Mereka bakal cengang :O "ini ko lantai kinclong banget?" - "ini siapa yang nyuci piring?" - "cucian kotornya ko ga ada?" - "siapa yang abis bersih bersih?" - dan seterusnya... Hueheh, kenyataannya susah buat kayak gitu. Pfft, sebenerny…

Serba Salah

Gue mulai bosen sama hal yang ga bisa gue sebutin disini. Kenapa sih mesti ada yang berubah? Mungkin yang barusan pertanyaan bodoh. Tapi emang harus ya ada efek ga enak dari itu semua? Mirisnya, hal ga enak itu gue rasain sekarang. Gue tau, ga cuma gue aja, tapi kenapa gue gabisa segampang mereka yang milih pergi dan ga usah nyesel sama keadaan yang bikin mereka ga nyaman. Mungkin gue masih ngarepin semuanya biar balik kayak semula. Ah, harepan macam apa tadi! Padahal apa yang gue mau simple, gue mau ga ada sekat. Itu! Semuanya beda karena terlalu banyak sekat sekat. Entah gue ada disebelah mana, yang jelas, gue ngerasa ga nyaman sama semua sisi yang disekat sekat. Tadinya, ada hal yang bisa jadi batasan akhir dimana gue ga akan pernah ngelewatin garis itu. Tapi kayaknya garis itu ga sekuat dulu. Ga mampu nahan gue yang udah ada niatan buat kabur sejauh mungkin.

Secret Admirer

"Aku suka sama kamu" kalimat tadi cuma bisa diucapin dalam hati, dibagian paling dalam dan ga akan ada yang dengar kecuali Tuhan.

"Suatu saat, kamu bakal ngerasaain apa yang aku rasakan" yang barusan masuk ke harapan paling besar.

"Sekarang kamu sama dia, tapi nanti aku yanh akan gantikan posisinya, buat selamanya"  kalimat penghibur ketika dan setelah sakit hati datang melanda.

"Aku kecewa" mungkin ini sudah jadi rutinitas buruk, yang setiap harinya terulang tanpa pernah bisa dikendalikan.

"Bodoh!! Lagi lagi aku kecewa" buat yang kesekian kali.. kalimat itu terucap lagi.

"Aku lelah, aku jenuh" bosan adalah hal yang kadang muncul karena terlalu sering diabaikan.

"Lihat aku, dan ketahuilah, satu hal yang tak pernah kuceritakan" kadang ada rintihan yang cuma bisa didengar  Tuhan.

"Kalau sampai sekarang belum mengerti, aku ikhlas dan cukup mengelus dadaku, karena aku tau, hatiku tak sekuat batu" semakin kesin…